Belajar › Topik matematika TK B dan SD › Perkalian dan pembagian untuk SD
Panduan topik
Perkalian dan pembagian untuk SD
Perkalian menghubungkan banyak kelompok dengan isi setiap kelompok. Pembagian dapat mencari isi kelompok atau banyak kelompok yang bisa dibuat. Susunan benda dalam baris dan kolom membuat hubungan ini terlihat. Tabel perkalian akan lebih berguna jika anak tahu apa yang diwakili setiap hasilnya.
Urutan belajar yang dapat disesuaikan
Kurikulum Merdeka menetapkan capaian per fase. Tabel ini adalah saran kegiatan per kelas, bukan jadwal wajib setiap sekolah. Pilih langkah yang sudah siap dipelajari anak dan cocokkan dengan ATP serta buku kelasnya.
| Kelas | Fokus kegiatan |
|---|---|
| TK B | Berbagi benda satu-satu dan memasangkan benda; belum perlu tabel perkalian. |
| SD Kelas 1 | Mengenali pasangan dan pengulangan kelompok melalui bermain. |
| SD Kelas 2 | Menghitung dua-dua atau lima-lima sebagai persiapan, sesuai kegiatan kelas. |
| SD Kelas 3 | Membangun perkalian dari kelompok sama banyak dan menghubungkannya dengan pembagian. |
| SD Kelas 4 | Menguatkan fakta perkalian, pembagian, faktor, serta kelipatan dalam Fase B. |
| SD Kelas 5 | Memilih cara bersusun untuk bilangan lebih besar dan memeriksa sisa. |
| SD Kelas 6 | Memakai operasi dalam masalah beberapa langkah dan menentukan makna sisa sesuai cerita. |
Dari benda menuju kalimat matematika
1. Kelompoknya harus sama banyak
Ada 4 piring, masing-masing berisi 6 potong pisang. Jumlahnya 6 + 6 + 6 + 6 = 24, atau 4 6 = 24. Sebutkan arti setiap faktor: empat kelompok, enam per kelompok. Empat piring yang isinya berbeda tidak dapat langsung dihitung dengan 4 6.
Susun 24 tutup botol sebagai 4 baris berisi 6. Putar susunannya sehingga tampak 6 baris berisi 4. Jumlah tetap sama. Ini memperlihatkan sifat pertukaran 4 6 = 6 4, meskipun cerita empat piring dan enam piring berbeda.
2. Hasil yang dikenal membantu hasil baru
Jika 5 7 = 35 sudah dikenal, maka 6 7 adalah satu kelompok tujuh lebih banyak: 35 + 7 = 42. Untuk 8 7, gandakan 4 7: 28 + 28 = 56. Mintalah anak menggambar bagian yang digabung, bukan hanya mengucapkan aturan.
Urutan tabel dapat mengikuti kesiapan: kelompok 2, 5, dan 10 sering mudah diperagakan, lalu hubungkan kelompok lainnya. Soal dengan faktor 11 atau 12 pada lembar latihan adalah perluasan. Misalnya 6 12 = 6 10 + 6 2 = 72. Ini bukan tuntutan menghafal tabel sampai 12.
3. Dua pertanyaan pembagian
Untuk 24 6, cerita pertama ialah membagi 24 kue kepada 6 anak sama banyak. Setiap anak mendapat 4. Cerita kedua ialah memasukkan 24 kue ke kotak berisi 6; ada 4 kotak. Persamaannya sama, tetapi satuan jawabannya berbeda: kue per anak atau kotak.
Hubungkan dengan perkalian: 6 4 = 24, sehingga 24 6 = 4 dan 24 4 = 6. Pada tulisan sekolah, 24 : 6 juga berarti pembagian. Dalam halaman ini tanda membantu membedakannya dari tanda banding dalam rasio.
4. Cara bersusun mempertahankan nilai tempat
Untuk 236 4, satuan menghasilkan 6 4 = 24: tulis 4, simpan 2 puluhan. Puluhan menghasilkan 3 4 + 2 = 14 puluhan: tulis 4 puluhan, simpan 1 ratusan. Ratusan menghasilkan 2 4 + 1 = 9 ratusan. Hasilnya 944. Periksa dengan 800 + 120 + 24 = 944.
Pembagian bersusun, yang juga dikenal sebagai porogapit, dapat diperkenalkan lewat penguraian. Untuk 156 3: 150 3 = 50 dan 6 3 = 2, sehingga hasilnya 52. Dalam catatan bersusun, posisi hasil bagi tetap harus menunjukkan puluhan dan satuan. Gunakan tata letak yang dipakai guru anak.
5. Sisa harus kembali ke cerita
29 4 menghasilkan 7 sisa 1 karena 4 7 + 1 = 29. Jika 29 anak naik kendaraan yang masing-masing memuat 4 anak, perlu 8 kendaraan agar semua mendapat tempat. Jika 29 bibit dikemas dalam kantong berisi 4, dapat dibuat 7 kantong penuh dengan 1 bibit tersisa. Jawaban “7 sisa 1” belum selalu menjadi jawaban akhir cerita.
Perhatikan kekeliruan ini
Anak dapat menghitung 4 6 sebagai 4 + 6 jika belum memahami kelompok sama banyak. Peragakan keduanya dan bandingkan. Sisa pembagian harus lebih kecil daripada pembagi; 29 4 tidak selesai sebagai 6 sisa 5, sebab lima benda masih dapat membentuk satu kelompok lagi. Pembagian dengan nol tidak didefinisikan; jangan menyamakan 0 4 dengan 4 0.
Ajukan dua cerita untuk pembagian yang sama. Minta anak menamai satuan jawabannya. Ini memperlihatkan apakah ia memahami makna pembagian selain mengingat tabel.
Menentukan makna jawaban
Mintalah anak melengkapi kalimat setelah menghitung: “Ada … kelompok” atau “Setiap kelompok berisi … benda.” Kebiasaan ini membedakan hasil hitung yang sama dalam dua cerita pembagian. Bila satuannya belum jelas, kembali ke gambar kelompok dan tanyakan bagian mana yang belum diketahui.
Dalam kegiatan berbagi, murid dapat memilih membagi benda satu-satu atau membentuk kelompok sekaligus. Bandingkan kedua cara setelah hasilnya cocok. Cara satu-satu memperlihatkan pembagian adil, sedangkan membuat kelompok yang sudah dikenal dapat mempercepat pekerjaan tanpa kehilangan makna.
Untuk latihan tertulis, beri ruang bagi anak menulis hasil antara atau menggambar garis pemisah kelompok. Jika ia keliru pada hasil kali tertentu, gunakan susunan baris untuk hasil itu saja. Mengulang seluruh tabel belum tentu mengatasi kebingungan tentang banyak kelompok, isi kelompok, atau sisa.
Permainan singkat di rumah
- Susunan telur kertas. Gambar 3 baris berisi 4, lalu putar. Keduanya mewakili 12.
- Kartu pasangan operasi. Cocokkan 7 6 dengan 42 7 dan jelaskan hasil masing-masing.
- Satu kelompok lagi. Mulai dari 5 8 = 40. Tambah satu kelompok delapan untuk memperoleh 6 8 = 48.
- Kemasan bibit. Bagi 17 penanda ke kelompok berisi 5. Ada 3 kelompok penuh dan 2 tersisa.
- Benar atau belum selesai? Tanyakan apakah 20 3 = 5 sisa 5 sudah selesai. Belum: hasilnya 6 sisa 2.
Tantangan IndieIndie mempunyai 32 kartu. Ia memasukkan 6 kartu ke setiap amplop. Berapa amplop penuh dan berapa kartu tersisa? Lihat jawaban
5 6 = 30, lalu 32 30 = 2. Jadi ada 5 amplop penuh dan 2 kartu tersisa. Pemeriksaan: 6 5 + 2 = 32; sisanya lebih kecil daripada 6.
Lembar latihan
Pilih beberapa soal yang sesuai dengan pelajaran saat ini. Anak boleh memakai benda, gambar, atau catatan. Bahas satu cara sebelum menambah jumlah soal.
Perkalian 2, 5, dan 10SD Kelas 3, SD Kelas 4 · Kelompok sama banyakUnduh PDFBraille (BRF) (2 KB) · Teks braille (5 KB)
Perkalian 3, 4, dan 8SD Kelas 3, SD Kelas 4 · Menghubungkan hasil kaliUnduh PDFBraille (BRF) (2 KB) · Teks braille (5 KB)
Pembagian dari perkalianSD Kelas 3, SD Kelas 4, SD Kelas 5 · Mencari banyak kelompok atau isi kelompokUnduh PDFBraille (BRF) (2 KB) · Teks braille (5 KB)
Perkalian bersusun satu angkaSD Kelas 4, SD Kelas 5 · Mengalikan bilangan tiga angkaUnduh PDFBraille (BRF) (2 KB) · Teks braille (4 KB)
Tanya jawab
Tidak selalu. Hubungan antartabel dan latihan dengan urutan campuran membantu anak menggunakan fakta yang sudah dikenal.
Tidak. Benda yang dapat dipotong bisa dibagi menjadi pecahan. Benda yang harus tetap utuh mungkin menyisakan beberapa buah.
Mulai dari makna kelompok, uraikan bilangan, lalu cocokkan dengan langkah bersusun pada catatan guru.
Berlatih bersama Indie
Beequation Kids mengajak anak mencari hubungan bilangan dalam teka-teki sarang. Indie memberi petunjuk saat dibutuhkan. Tanpa iklan dan tanpa pengumpulan data anak.