Belajar › Glosarium matematika SD: istilah dan contoh

Istilah matematika

Glosarium matematika SD: istilah dan contoh

Kata baru lebih mudah kupahami kalau bisa kutunjukkan dengan benda atau gambar.

Glosarium ini memakai istilah yang muncul pada panduan Indonesia. Tahap belajar merupakan petunjuk pendampingan, bukan jadwal wajib setiap sekolah. Baca definisi bersama contoh, lalu minta anak menunjukkan benda atau gambar yang sesuai.

Angka
Simbol untuk menulis bilangan, yaitu 0 sampai 9. Bilangan 27 ditulis dengan dua angka, 2 dan 7. Mulai Fase A; bedakan lambang yang terlihat dari jumlah yang diwakilinya. Lihat contoh lebih lanjut.
Asesmen
Kegiatan mengumpulkan informasi tentang belajar untuk tujuan tertentu. Misalnya guru meminta murid memperagakan 8 + 5 agar mengetahui strategi yang dipakai. Digunakan sepanjang pembelajaran; bukan selalu ujian tertulis. Lihat contoh lebih lanjut.
Bangun datar
Bentuk dua dimensi, seperti segitiga, persegi, dan lingkaran. Gambar permukaan kotak dapat berupa persegi panjang. Mulai Fase A; bedakan bentuk permukaan dari benda ruangnya. Lihat contoh lebih lanjut.
Bangun ruang
Bangun tiga dimensi, misalnya kubus, balok, dan bola. Kubus memiliki 6 sisi berbentuk persegi. Dikenalkan lewat benda, kemudian sifatnya dikaji lebih lanjut sesuai ATP. Lihat contoh lebih lanjut.
Bilangan cacah
Bilangan 0, 1, 2, 3, dan seterusnya. Digunakan untuk menyatakan banyak benda utuh: keranjang kosong berisi 0 mangga. Mulai Fase A. Lihat contoh lebih lanjut.
Bilangan ganjil
Bilangan bulat yang tidak habis dibagi 2. Pada bilangan cacah, 9 dapat dibuat menjadi 4 pasangan dengan 1 tersisa. Gunakan benda untuk melihat bedanya dengan genap. Lihat contoh lebih lanjut.
Bilangan genap
Bilangan bulat yang habis dibagi 2. Pada bilangan cacah, 8 genap karena dapat dibentuk menjadi 4 pasangan tanpa sisa; 0 juga genap. Diperkenalkan melalui pasangan benda. Lihat contoh lebih lanjut.
Data
Informasi yang dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan. Contoh latihan: 4 pilihan mangga dan 6 pilihan pisang, total 10 pilihan. Mulai dari kumpulan kecil pada Fase A. Lihat contoh lebih lanjut.
Desimal
Penulisan bilangan dengan nilai tempat di kanan koma. 0,3 adalah tiga persepuluhan; 0,03 adalah tiga perseratusan. Pengenalan sesuai ATP Fase B, lalu digunakan lebih luas pada Fase C. Lihat contoh lebih lanjut.
Diagram batang
Penyajian data dengan batang yang panjang atau tingginya mewakili nilai menurut skala. Jika skala naik 2 setiap langkah, tiga langkah berarti 6. Baca label serta satuan; sesuai Fase B–C. Lihat contoh lebih lanjut.
Digit
Istilah lain untuk angka sebagai lambang penulisan. Bilangan 405 memiliki tiga digit, tetapi angka 4 bernilai 400 karena posisinya. Gunakan bersama pembahasan angka dan nilai tempat. Lihat contoh lebih lanjut.
Estimasi
Perkiraan yang beralasan. Untuk 198 + 203, estimasi sekitar 400; hasil tepatnya 401. Estimasi membantu memeriksa kewajaran, bukan menggantikan hasil tepat ketika diminta. Lihat contoh lebih lanjut.
Faktor
Bilangan yang membagi suatu bilangan bulat tanpa sisa. Faktor positif 12 ialah 1, 2, 3, 4, 6, dan 12. Bangun melalui susunan kelompok pada Fase B–C. Lihat contoh lebih lanjut.
FPB
Faktor persekutuan terbesar. Faktor bersama 12 dan 18 ialah 1, 2, 3, 6, sehingga FPB-nya 6. Dapat membantu membentuk kelompok sama besar atau menyederhanakan pecahan pada Fase C. Lihat contoh lebih lanjut.
Garis bilangan
Garis dengan posisi bilangan menurut urutan dan jarak yang konsisten. Lompatan dari 8 ke 10 lalu ke 13 mewakili tambahan 2 dan 3. Mulai Fase A. Lihat contoh lebih lanjut.
Hasil bagi
Hasil operasi pembagian. Pada 24 6 = 4, hasil baginya 4. Cerita menentukan apakah 4 berarti isi tiap kelompok atau banyak kelompok. Sesuai Fase B. Lihat contoh lebih lanjut.
Hasil kali
Hasil operasi perkalian. Pada 4 6 = 24, hasil kalinya 24. Contoh empat piring berisi enam potong masing-masing menghasilkan 24 potong. Sesuai Fase B. Lihat contoh lebih lanjut.
Jam
Satuan durasi setara 60 menit; juga nama alat penunjuk waktu. “Dua jam” menyatakan lama, sedangkan “pukul dua” menyatakan saat. Pengenalan bertahap sesuai kegiatan kelas. Lihat contoh lebih lanjut.
Jumlah
Hasil penjumlahan atau banyak keseluruhan. Dua kelompok 7 dan 5 mempunyai jumlah 12. Tanyakan jumlah apa yang dimaksud dalam cerita. Mulai Fase A. Lihat contoh lebih lanjut.
Keliling
Panjang seluruh tepi luar bangun. Persegi panjang 6 cm 4 cm mempunyai keliling 20 cm. Bukan banyak petak di dalamnya. Pengukuran formal diperdalam pada Fase C. Lihat contoh lebih lanjut.
Kelipatan
Hasil kali suatu bilangan dengan bilangan bulat. Kelipatan positif 4 dimulai 4, 8, 12, 16, dan seterusnya. Gunakan lompatan sama panjang sebagai model. Sesuai Fase B–C. Lihat contoh lebih lanjut.
Kembalian
Selisih pembayaran dengan harga ketika pembayaran lebih besar. Harga Rp3.500 dibayar Rp5.000 memberi kembalian Rp1.500. Periksa harga ditambah kembalian. Sesuai kesiapan nilai tempat. Lihat contoh lebih lanjut.
Kesetaraan
Hubungan dua bentuk yang memiliki nilai sama. 8 + 2 = 6 + 4 karena kedua sisi bernilai 10. Tanda sama dengan menyatakan hubungan ini. Mulai Fase A. Lihat contoh lebih lanjut.
Kilogram
Satuan massa, disingkat kg. 1 kg = 1.000 g. Dua kantong 500 g mempunyai massa total 1 kg. Gunakan timbangan sesuai kegiatan pengukuran. Lihat contoh lebih lanjut.
Koma desimal
Tanda pemisah bagian bilangan bulat dan pecahan desimal. Pada 2,75, terdapat 2 satuan dan 75 perseratusan. Titik dipakai untuk ribuan, bukan menggantikan koma ini. Lihat contoh lebih lanjut.
KPK
Kelipatan persekutuan terkecil yang positif. Kelipatan positif bersama 4 dan 6 dimulai 12, sehingga KPK-nya 12. Dapat membantu memilih penyebut bersama pada Fase C. Lihat contoh lebih lanjut.
Kubus
Bangun ruang dengan 6 sisi persegi sama besar, 12 rusuk, dan 8 titik sudut. Model yang bisa diputar membantu menghitung bagian yang tersembunyi. Sesuai kegiatan geometri. Lihat contoh lebih lanjut.
Liter
Satuan volume yang ditulis L. 1 L = 1.000 mL; 750 mL sama dengan 0,75 L. Gunakan wadah ukur agar bentuk wadah tidak disamakan dengan banyak isi. Lihat contoh lebih lanjut.
Luas
Ukuran permukaan, dinyatakan dalam satuan persegi. Persegi panjang 6 cm 4 cm luasnya 24 cm². Menghitung petak membantu memahami perkalian panjang dan lebar. Fase C. Lihat contoh lebih lanjut.
Membilang
Menentukan banyak benda dengan urutan bilangan dan korespondensi satu-satu. Setiap benda mendapat satu hitungan; bilangan terakhir menyatakan total. Mulai melalui bermain di Fase Fondasi. Lihat contoh lebih lanjut.
Menit
Satuan waktu. Satu jam berisi 60 menit; seperempat jam adalah 15 menit. Selang 09.45 sampai 10.20 adalah 35 menit. Sesuaikan tahap pembacaan jam. Lihat contoh lebih lanjut.
Nilai tempat
Nilai suatu angka menurut posisinya. Pada 352, angka 5 bernilai 50, sedangkan angka 2 bernilai 2. Puluhan dan satuan dibangun pada Fase A, lalu diperluas. Lihat contoh lebih lanjut.
Nol
Bilangan yang dapat menunjukkan tidak ada benda; juga menjaga posisi dalam tulisan bilangan. Pada 405 tidak ada puluhan. Menghilangkan nol mengubah bilangan menjadi 45. Mulai Fase A. Lihat contoh lebih lanjut.
Operasi kebalikan
Operasi yang membantu membalik atau memeriksa hubungan. Karena 7 + 5 = 12, maka 12 5 = 7. Perkalian dan pembagian juga saling terkait pada kondisi yang sesuai. Lihat contoh lebih lanjut.
Pecahan
Bilangan yang dapat menyatakan bagian dari keseluruhan. Pada , satu utuh dibagi empat sama besar dan diambil tiga bagian. Mulai dari berbagi sama besar, lalu simbol formal. Lihat contoh lebih lanjut.
Pecahan senilai
Pecahan dengan nilai sama meskipun pembilang dan penyebut berbeda. = 2/4 karena bagian berwarna sama besar pada dua pita sama panjang. Sesuai Fase B–C. Lihat contoh lebih lanjut.
Pembilang
Bilangan di atas garis pecahan, menyatakan banyak bagian yang dipilih. Pada 3/5, pembilang 3. Tiga bagian yang dipilih masing-masing berukuran seperlima. Lihat contoh lebih lanjut.
Pembulatan
Mengganti bilangan dengan nilai terdekat pada ketelitian tertentu. 347 ke puluhan terdekat menjadi 350. Aturan pada latihan ini membulatkan titik tengah ke atas. Sesuai kesiapan nilai tempat. Lihat contoh lebih lanjut.
Penyebut
Bilangan di bawah garis pecahan, menyatakan pembagian satu utuh menjadi bagian sama besar. Pada 3/5, penyebut 5. Penyebut bukan hanya banyak bagian berwarna. Lihat contoh lebih lanjut.
Perbandingan (rasio)
Hubungan dua jumlah dengan urutan tertentu. Merah : kuning = 2 : 3 berarti dua bagian merah untuk tiga bagian kuning. Bagian merah dari total adalah 2/5. Fase C. Lihat contoh lebih lanjut.
Persegi
Segi empat dengan empat sisi sama panjang dan empat sudut siku-siku. Diputar seperti apa pun tetap persegi. Pengenalan melalui bentuk, lalu pembahasan sifat. Lihat contoh lebih lanjut.
Persen
Per seratus, ditulis %. 25% sama dengan 25/100 atau . Dari 40 benda, 25% ialah 10 benda. Pengayaan Fase C sesuai ATP, dengan keseluruhan yang disebut jelas. Lihat contoh lebih lanjut.
Piktogram
Penyajian data memakai gambar dengan kunci nilai. Jika satu gambar mewakili 2 buku, tiga gambar berarti 6 buku. Tanpa kunci, nilai sebenarnya belum dapat dipastikan. Lihat contoh lebih lanjut.
Pola
Keteraturan yang dapat dijelaskan. Pada merah–kuning–kuning berulang, satu unit terdiri atas tiga unsur itu. Pola bilangan perlu aturan yang dinyatakan. Mulai Fase Fondasi. Lihat contoh lebih lanjut.
Porogapit
Sebutan yang digunakan untuk pembagian bersusun. Contoh 156 3 = 52 dapat dijelaskan dengan 150 3 dan 6 3. Ikuti tata letak guru sambil menjaga nilai tempat. Lihat contoh lebih lanjut.
Pukul
Penanda saat pada jam, bukan lama kegiatan. Pukul 07.30 disebut setengah delapan; durasi 30 menit disebut setengah jam. Gunakan konteks pagi atau format 24 jam bila diperlukan. Lihat contoh lebih lanjut.
Rata-rata
Jumlah semua nilai dibagi banyak nilai. Untuk 4, 6, 8, total 18 dibagi 3 menghasilkan 6. Tidak berarti semua data awal bernilai 6. Pengayaan sesuai ATP. Lihat contoh lebih lanjut.
Ratusan
Kelompok atau nilai tempat yang masing-masing bernilai seratus. Pada 407 terdapat 4 ratusan, nol puluhan, dan 7 satuan. Seratus satuan sama dengan sepuluh puluhan. Fase B. Lihat contoh lebih lanjut.
Rupiah
Mata uang Indonesia, dilambangkan Rp. Rp2.500 berarti dua ribu lima ratus rupiah. Lima koin Rp100 senilai satu koin Rp500. Sesuaikan kegiatan uang dengan kesiapan nilai tempat. Lihat contoh lebih lanjut.
Rusuk
Garis pertemuan dua sisi pada bangun ruang bersisi datar. Kubus memiliki 12 rusuk. Bedakan rusuk dari sisi yang berupa bidang. Gunakan model yang dapat diputar. Lihat contoh lebih lanjut.
Satuan
Acuan untuk mengukur, atau nilai tempat satu-satu dalam bilangan. Pada 34 ada 4 satuan; pada panjang 34 cm, cm adalah satuan ukur. Konteks membedakan dua pemakaiannya. Lihat contoh lebih lanjut.
Selisih
Perbedaan dua nilai yang dapat dicari dengan pengurangan. Selisih 12 dan 7 adalah 5. Dua baris benda dengan pangkal sejajar dapat memperlihatkannya. Mulai Fase A. Lihat contoh lebih lanjut.
Sentimeter (cm)
Penulisan singkatnya cm. Satu sentimeter sama dengan 10 mm; 100 cm sama dengan 1 m. Contoh: pita 25 cm adalah seperempat meter. Sesuai kegiatan pengukuran Fase B. Lihat contoh lebih lanjut.
Setengah
Satu dari dua bagian sama besar, ditulis . Setengah dari 10 benda adalah 5 benda. Untuk ungkapan waktu, setengah delapan berarti 07.30, bukan 08.30. Lihat contoh lebih lanjut.
Simetri lipat
Sifat bangun yang dapat dilipat sehingga dua bagiannya bertumpuk tepat. Persegi memiliki empat sumbu simetri. Periksa dengan lipatan, bukan hanya kesan tampak seimbang. Lihat contoh lebih lanjut.
Sisa pembagian
Bagian yang belum membentuk satu kelompok penuh. 29 4 = 7 sisa 1, karena 4 7 + 1 = 29. Sisa akhir harus lebih kecil daripada pembagi. Lihat contoh lebih lanjut.
Skala
Hubungan nilai atau ukuran pada penyajian. Pada diagram, langkah sumbu bisa bernilai 2. Pada gambar, 1 cm dapat mewakili 2 m sebenarnya. Selalu baca konteks dan satuannya. Lihat contoh lebih lanjut.
Sudut siku-siku
Sudut sebesar 90°, seperti pojok persegi. Memanjangkan kedua garis tidak mengubah besar sudut. Gunakan pojok kertas untuk membandingkan sebelum membaca busur derajat. Lihat contoh lebih lanjut.
Taksiran
Perkiraan yang masuk akal, juga disebut estimasi. Panjang buku dapat ditaksir sekitar 25 cm sebelum diukur. Taksiran membantu menilai hasil, bukan menggantikan pengukuran yang diminta. Lihat contoh lebih lanjut.
Titik sudut
Titik pertemuan sisi pada bangun datar bersisi lurus atau rusuk pada bangun ruang. Segitiga memiliki 3 titik sudut; kubus memiliki 8. Lingkaran tidak memiliki titik sudut. Lihat contoh lebih lanjut.
Turus
Tanda untuk mencatat satu kejadian atau benda. Kelompok lima turus memudahkan pembacaan; sembilan ditunjukkan oleh lima dan empat. Cocokkan dengan data asal. Lihat contoh lebih lanjut.
Urutan
Susunan menurut aturan tertentu. Bilangan 18, 19, 20 diurutkan dari kecil ke besar. Menata benda dari pendek ke panjang memakai aturan berbeda. Mulai Fase Fondasi dan A. Lihat contoh lebih lanjut.
Volume
Ukuran ruang yang ditempati. Isi cairan dapat dinyatakan dalam L atau mL; volume bangun dapat dinyatakan dalam satuan kubik. Bedakan dari luas yang memakai satuan persegi. Lihat contoh lebih lanjut.
Waktu tempuh
Durasi perjalanan dari mulai sampai selesai. Berangkat pukul 08.40 dan tiba 09.15 memerlukan 35 menit pada hari dan zona waktu yang sama. Bukan penjumlahan angka jam. Lihat contoh lebih lanjut.
Saran Indie

Mintalah contoh dan bukan contoh. Anak yang memahami persegi dapat menjelaskan mengapa segi empat yang sudutnya tidak siku-siku bukan persegi.

Berlatih bersama Indie

Beequation Kids mengajak anak mencari hubungan bilangan dalam teka-teki sarang. Indie memberi petunjuk saat dibutuhkan. Tanpa iklan dan tanpa pengumpulan data anak.

Aksesibilitas