Belajar › Topik matematika TK B dan SD › Penjumlahan dan pengurangan yang bermakna
Panduan topik
Penjumlahan dan pengurangan yang bermakna
Penjumlahan dapat menggabungkan dua kelompok atau menunjukkan jumlah setelah bertambah. Pengurangan dapat berarti mengambil sebagian, mencari selisih, atau mencari bagian yang belum diketahui. Cerita menentukan maknanya. Anak perlu melihat beberapa jenis cerita agar tidak memilih operasi hanya karena menemukan kata tertentu.
Urutan belajar yang dapat disesuaikan
Kurikulum Merdeka menetapkan capaian per fase. Tabel ini adalah saran kegiatan per kelas, bukan jadwal wajib setiap sekolah. Pilih langkah yang sudah siap dipelajari anak dan cocokkan dengan ATP serta buku kelasnya.
| Kelas | Fokus kegiatan |
|---|---|
| TK B | Bermain menambah dan mengambil benda dari kumpulan kecil, tanpa tuntutan simbol. |
| SD Kelas 1 | Menjumlah dan mengurangi sampai 20 melalui benda, gambar, serta pasangan pembentuk 10. |
| SD Kelas 2 | Menguatkan fakta dasar dan menjelaskan hubungan antara jumlah, bagian, serta selisih. |
| SD Kelas 3 | Menggunakan nilai tempat untuk penjumlahan dan pengurangan bilangan tiga angka. |
| SD Kelas 4 | Memilih cara mental atau bersusun dan memeriksa hasil dalam cerita Fase B. |
| SD Kelas 5 | Menghitung bilangan lebih besar serta menghubungkan cara bersusun dengan desimal. |
| SD Kelas 6 | Menyelesaikan masalah beberapa langkah, menaksir, dan memeriksa operasi yang dipilih. |
Tiga makna pengurangan
Bima mempunyai 12 pensil lalu memberikan 5: tersisa 7. Dalam cerita lain, Bima punya 12 pensil dan Rani punya 5: selisihnya 7. Dalam cerita ketiga, ada 12 pensil dalam kotak, 5 berwarna merah: yang bukan merah ada 7. Ketiganya dapat ditulis 12 5 = 7, tetapi gambar yang membantu mungkin berbeda.
Untuk cerita selisih, pasangkan satu pensil Bima dengan satu pensil Rani. Benda yang tidak mendapat pasangan memperlihatkan selisih. Untuk bagian yang hilang, tutup sebagian kumpulan. Hindari mengajarkan bahwa kata “lebih” selalu berarti tambah; “Rani punya 5, Bima punya 7 lebih banyak” berbeda dari “Bima punya 12, yaitu 7 lebih banyak daripada Rani”.
Cara yang dapat dipilih
1. Lewati sepuluh
Untuk 8 + 5, pecah 5 menjadi 2 dan 3. Tambahkan 2 ke 8 sehingga menjadi 10, lalu tambahkan 3: hasilnya 13. Buat dua baris petak berisi lima untuk memperlihatkan sepuluh. Anak boleh lebih dahulu memindahkan bendanya sebelum menulis 8 + 2 + 3 = 13.
2. Hitung maju untuk mencari selisih
Untuk 52 48, mulai dari 48 dan maju 2 ke 50, lalu 2 ke 52. Jarak total 4. Ini berguna ketika dua bilangan berdekatan. Untuk 52 30, mengurangi tiga puluhan lebih langsung. Ajak anak membandingkan cara tanpa menetapkan satu cara terbaik untuk semua soal.
3. Penjumlahan bersusun dengan menyimpan
Hitung 347 + 285. Satuan: 7 + 5 = 12, tulis 2 satuan dan kelompokkan 10 satuan sebagai 1 puluhan. Puluhan: 4 + 8 + 1 = 13 puluhan, tulis 3 puluhan dan kelompokkan 10 puluhan sebagai 1 ratusan. Ratusan: 3 + 2 + 1 = 6. Hasilnya 632.
Periksa melalui penguraian: 300 + 200 = 500, 40 + 80 = 120, dan 7 + 5 = 12. Jumlah 500 + 120 + 12 = 632. Angka kecil yang disebut “simpanan” mewakili nilai tertentu, bukan tambahan tanpa asal.
4. Pengurangan bersusun dengan menukar
Untuk 532 178, kita tidak dapat mengambil 8 satuan dari 2 satuan tanpa menukar. Tukar 1 puluhan menjadi 10 satuan: kini ada 12 satuan dan 2 puluhan. Satuan: 12 8 = 4. Tukar 1 ratusan menjadi 10 puluhan: kini ada 12 puluhan dan 4 ratusan. Puluhan: 12 7 = 5. Ratusan: 4 1 = 3. Hasilnya 354.
Pemeriksaan menggunakan operasi kebalikan: 354 + 178 = 532. Bila bentuk pencatatan sekolah berbeda, ikuti contoh guru sambil tetap menjelaskan penukaran nilainya. Jangan mengubah cara pencatatan anak di tengah pengerjaan tanpa membahas hubungannya.
Kesalahan bukan sekadar kurang teliti
Jawaban 446 untuk 532 178 dapat muncul ketika anak selalu mengurangi angka kecil dari angka besar pada setiap kolom. Benda nilai tempat menunjukkan mengapa urutan operasi tidak boleh dibalik begitu saja. Jika kolom tidak lurus, gunakan kertas petak dan judul satuan, puluhan, ratusan. Jika tanda operasi tertukar, minta anak menggambar cerita sebelum menghitung.
Tanda sama dengan menyatakan nilai yang sama. Tulis 8 + 5 = 13, lalu 13 5 = 8 pada baris terpisah. Hindari rantai yang menyatakan 8 + 5 = 13 5 = 8, karena bagian-bagiannya tidak semuanya bernilai sama.
Tanyakan “Bagian mana yang dicari?” sebelum “Pakai tambah atau kurang?”. Dengan begitu anak memikirkan hubungan jumlah dan bagian, bukan menebak dari kata kunci.
Membuat gambar yang sesuai dengan cerita
Untuk cerita menggabungkan, gambar dua bagian yang bertemu menjadi satu keseluruhan. Untuk cerita selisih, gambar dua batang dengan pangkal sejajar. Untuk bagian yang belum diketahui, gambar satu batang utuh dengan sebagian ditandai. Bentuk gambar tidak harus rapi; yang penting setiap bagian mempunyai arti yang dapat dijelaskan.
Sesudah hasil ditemukan, minta anak membuat cerita lain dengan operasi yang sama. Ia mungkin mengubah pensil menjadi bibit atau mengubah cerita mengambil menjadi cerita selisih. Dengarkan apakah jumlah awal, perubahan, dan pertanyaan masih konsisten. Membuat cerita menunjukkan pemahaman yang berbeda dari hanya mengerjakan simbol.
Jika anak menggunakan jari atau garis bilangan, amati titik mulainya. Pada pengurangan dengan lompatan, bilangan awal adalah posisi sebelum bergerak, bukan lompatan pertama. Mintalah anak menyebut langkah sambil memindahkan penanda agar jumlah lompatan dan hasil akhir dapat diperiksa bersama.
Permainan singkat di rumah
- Kotak tertutup. Dari 10 tutup botol, perlihatkan 6. Anak mencari 4 yang tertutup dan menjelaskan 6 + 4 = 10.
- Toko kertas. Mulai dari harga bilangan kecil tanpa uang asli; gambar jumlah awal, belanja, dan sisa.
- Selisih dekat. Bandingkan 71 68 dengan menghitung maju: 2 ke 70 dan 1 lagi, jadi 3.
- Detektif hitungan. Tunjukkan jawaban salah yang Anda buat sendiri. Minta anak mencari langkah pertama yang perlu diperbaiki.
- Dua cara. Kerjakan 26 + 14 dengan penguraian dan dengan melengkapi puluhan; keduanya menghasilkan 40.
Tantangan IndieIndie membawa 18 kartu bunga. Ia memberikan 7 kepada Lani, lalu mendapat 5 kartu baru. Berapa kartunya sekarang? Lihat jawaban
Setelah memberi, 18 7 = 11. Setelah mendapat kartu, 11 + 5 = 16. Periksa perubahan bersihnya: berkurang 2 dari 18, sehingga tinggal 16.
Lembar latihan
Pilih beberapa soal yang sesuai dengan pelajaran saat ini. Anak boleh memakai benda, gambar, atau catatan. Bahas satu cara sebelum menambah jumlah soal.
Pasangan pembentuk 10SD Kelas 1, SD Kelas 2 · Dua bagian dengan jumlah 10Unduh PDFBraille (BRF) (2 KB) · Teks braille (4 KB)
Pasangan pembentuk 20SD Kelas 1, SD Kelas 2 · Dua bagian dengan jumlah 20Unduh PDFBraille (BRF) (2 KB) · Teks braille (4 KB)
Tambah dan kurang sampai 20SD Kelas 1, SD Kelas 2 · Memilih cara menghitungUnduh PDFBraille (BRF) (2 KB) · Teks braille (5 KB)
Penjumlahan bersusunSD Kelas 3, SD Kelas 4 · Bilangan tiga angka dengan pengelompokan kembaliUnduh PDFBraille (BRF) (2 KB) · Teks braille (4 KB)
Pengurangan bersusunSD Kelas 3, SD Kelas 4 · Bilangan tiga angka dengan penukaran nilai tempatUnduh PDFBraille (BRF) (2 KB) · Teks braille (4 KB)
Tanya jawab
Boleh. Jari membantu mewakili jumlah. Secara bertahap, ajak anak mengenali kelompok dan hubungan tanpa harus menghitung semuanya dari awal.
Taksiran membantu mendeteksi jawaban yang tidak masuk akal. Namun, tetap hitung hasil tepat bila soal memintanya.
Ketika penguraian nilai tempat sudah dipahami dan bilangan atau soal membutuhkannya. Untuk selisih kecil, cara mental mungkin lebih ringkas.
Berlatih bersama Indie
Beequation Kids mengajak anak mencari hubungan bilangan dalam teka-teki sarang. Indie memberi petunjuk saat dibutuhkan. Tanpa iklan dan tanpa pengumpulan data anak.